Kamis, Oktober 02, 2014
Text Size
   

Berita Terbaru

Beberapa hari lalu Kepala Sekolah SMPN 3 Lubuk Basung ditambah dengan beberapa orang guru melaksanakan study banding ke SMPN 1 Payakumbuh. Guru yang ikut adalah beberapa orang wakil kepala sekolah ditambah dengan guru yang mengajar bidang studi IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan TIK.

Study banding tersebut bertujuan untuk melihat langsung pengelolaan maupun pelaksanaan pendidikan di SMPN 1 Payakumbuh yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Bagi SMPN 3 kunjungan ini sangat bermanfaat sekali karena SMPN 3 Lubuk Basung yang sekarang ini berstatus sebagai sekolah SSN akan Verifikasi untuk sekolah RSBI dalam waktu dekat ini.

Visitor

Locations of visitors to this page

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini15
mod_vvisit_counterKemarin119
mod_vvisit_counterMinggu Ini507
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin661
mod_vvisit_counterBulan Ini134
mod_vvisit_counterBulan Kemarin3398
mod_vvisit_counterSemuanya238737

We have: 1 guests online
Your IP: 54.198.66.250
 , 
Today: Okt 02, 2014

Comment

  • Administrator

    :) Mantaps

Home
Dua Momentum PDF Cetak
Ditulis oleh Alfiandri   

 

DUA MOMENTUM

Pekerjaan yang cukup berat yang sedang dihadapi SMP Negeri 3 Lubuk Basung dalam tahun pelajaran 2014/2015 ini. Di satu sisi dipercaya sebagai piloting implementasi Kurikulum 2013, di sisi lain harus melakukan pembenahan dai berbagai hal dari hal yang sebesar-besarnya, misalnya perawatan gedung, pembenahan fasilitas belajar. fasilitas pendukung lainnya, demikian juga dengan pemberdayaan sumber daya sejak dari Pendidik dan tenaga Kependidikan juga organisasi kesiswaan. Secara keseluruhan semua komponen merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam implementasi kurikulum 2013 pekerjaan yang cukup berat adalah merubah mindset guru dari terbiasa dengan pendekatan pembelajaran CTL dan dirobah menjadi pendekatan saintifik dan berbagai peruabahan lainnya yang harus dilakukan. Di sisi lain pembenahan yang dilakukan adalah mempersiapkan diri secara fisik dan non fisik untuk menghadapi dua moment yaitu Lomba sekolah Sehat (LSS) tahun 2014 mewakili Kabupaten Agam untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat bersama SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung, TK Pembina Ampek Angkek, dan SMA negeri 1 Tilatang Kamang. Secara bersamaan juga mempersiapkan diri untuk lomba Adiwiyata bersama SD negeri 63 Surabayo dan SMA Negeri 1 Baso.

Firzal, S.Pd. MM sebagai kepala sekolah mengatakan “mengikuti kegiatan lomba baik sekolah sehat maupun Adiwiyata bukan itu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung, kita berharap dengan melakukan perbaikan di sana sini adalah sebuah tuntutan penyelenggaraan pendidikan, tapi merupakan salah satu upaya pemenuhan tuntutan sistem pendidikan yaitu untuk memenuhi semua standar pendidikan nasional.

Pelaksanaan sekolah Adiwiyata adalah sebagai salah satu metode dalam penyelenggaraan pendidikan yang menanamkan kesadaran kepada semua warga sekolah untuk mempunyai kepekaan dan kepedulian serta tertanamnya rasa sayang terhadap lingkungan. Dalam program Adiwiyata lebih ditekankan dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Berbagai ide kreatif bermunculan baik dari peserta didik maupun dari guru untuk memanfaatkan lingkungan sebagai pusat belajar, misalnya melakukan pengolahan terhadap limbah menjadi barang-barang yang bermanfaat. Sampai sekarang sudah tercatat sebanyak 178 jenis produk yang telah dihasilkan dari limbah ini. Demikian juga dengan pengolahan sampah organik, dapat dijadikan sebagai kompos. Bahkan dengan program adiwiyata ini juga sebagai sarana bagi peserta didik dalam melatih diri untuk berbisnis seperti mendirikan bank sampah.

Dalam sekolah sehat lebih ditekankan untuk menumbuhkan pola hidup sehat bagi semua warga sekolah. Dengan membiasakan perilaku sehat bagi setiap warga sekolah akan menghasilkan pendidik dan tenaga kependidikan yang sehat. Pendekatan sekolah sehat lebih diarahkan dengan keteladanan. Kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, melakukan pemisahan sampah antara organik dan non organik, kebiasaan selalu bersih di dalam dan di luar kelas, menghabiskan gulma dan jentik-jentik nyamuk, kegiatan seperti inilah intinya sebagai sekolah yang sehat.

Pelaksanaan program Adiwiyata dan Sekolah Sehat ini tidak terlepas dari terjalinnya kerjsama antar lembaga dalam pemerintahan Kabupaten Agam. Kegiatan Adiwiyata dibawah pembinaan BPLH dan sekolah sehat dibawah pembinaan Puskesmas Lubuk Basung dan Dinas kesehatan Kabupaten Agam. Kedua program ini jika disatukan penyelenggaraannya dan berimplikasi terhadap kenyamanan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dengan demikian kita bias menciptakan sekolah adalah sebagai rumah kedua bagi semua peserta didik.

Kedua momentum ini diharapkan berkontribusi positif terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk masa yang akan dating. Dan ini memang terlihat ketika pada waktu peserta didik masih di SMP kita biasakan untuk berkegiatan yang positif, setalah memasuki dunia SLTA mereka akan terbiasa.

 

 
Pendidikan Karakter PDF Cetak
Ditulis oleh Alfiandri   

PENGENALAN PENDIDIKAN KARAKTER

Tidak ada kesulitan sebetulnya dalam memperkenaalkan pendidikan karakter bagi peserta didik, yang paling penting dalam meemperkenalkan pendidikan karakter adalah ketauladanan. Tanpa ketauladanan jangan harap pendidikan karakter dapat tercapai. Secara perlahan SMP Negeri 3 Lubuk Basung mulai dengan keteladanannya memperkenalkan pendidikana karakter kepada peserta didik. Ternyata setelah melalui berbagai strategi telah dicobakan, namun belum memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Secara psikologis peserta didik jika diberikan sebuah kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan, terutama terlintas dari pemikiran mereke adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena memegang sebuah amanat. Strategi ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung misalnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai wujud pelaksanaan sekolah Adiwiyata adalah dengan melibatkan peserta didik yang tergabung dalam program PMR, KKR dan UKS dalam rangka melakukan pencegahan dengan membentuk team siaga kebersihan. Secara bergantian peserta didik yang tergabungdalam organisasi PMR, KKR dan UKS ini dengan menggunakan tanda khusus berpatroli mengitari sekolah pada saat istirahat.

Selama bertugas tim siaga kebersihan ini melakukan penyuluhan dan penjelasan kepada warga sekolah untuk membiasakan kehidupan yang bersih dan sehat. Semua kasus yang ditemui tercatat dalam sebuah buku yang berisikan berbagai kejadian, dan mencatat para pelanggar. Dari pihak sekolah semua laporan dari team siaga kebersihan ini ditindak lanjuti dalam bentuk pembinaan dan penindakan bagi yang melampaui batas pelanggaran, misalnya siswa yang merokok.

Salah satu bentuk sanksi yang diterapkan kepada siswa yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi berupa membawa tanaman ke sekolah sampai menanamnya dan pada tanaman yang ditanam diberikan nama yang melakukan pelanggaran dan berkewajiban merawat dan memelihara tanaman tersebut.

Bentuk pendidikan karakter lainnya yang diterapkan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung adalah membiasakan shalat zuhur berjama'ah, ternyata tidak memiliki mushalla yag mampu menampung siswa sebanyak 936 orang, namun shalat berjama'ah tetap berjalan dengan melaksanakan shalat zuhur berjama'ah di dalam kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Semua siswa dianjurkan membawa sajadah dan mukena ke sekolah serta sandal jepit.  Untuk melaksanakan program ini sekolah membuat kebijakan  menyediakan waktu istirahat dari pukul 11.50 sampai pukul 13.00 WIB untuk kegiatan ISHOMA,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
RocketTheme Joomla Templates