Kamis, September 18, 2014
Text Size
   

Berita Terbaru

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SINETRON

Oleh : ALFIANDRI, S.Pd

 

Dalam kegiatan pembelajaran ada suatu "masalah" yang seharusnya tidak jadi masalah bagi guru. Diantara keluhan yang selalu muncul dari guru yang melaksanakan pembelajaran adalah "siswa tidak bergairah dalam belajar; siswa susah  mengerti; siswa malas bertanya dan sebagainya. Dalam konsep pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) yang menjadi aktor utama dalam pembelajaran itu adalah guru. Ibaratkan dalam sebuah sinetron peranan guru berperan sebagai sutradara yang berperan menyusun skenario jalannya sinetron.

Menyikapi tayangan televisi di Indonesia yang lebih banyak menayangkan acara sinetron, dan ternyata acara sinetron di televisi sangat diminati oleh sebagian besar siswa, dan ketika ditanyakan kembali apa yang ditontonnya tadi malam, dengan jelas siswa mampu menceritakan kepada guru, bahkan dengan gaya yang dilihatnya dalam sinetron. Pertanyaannya "kenapa bisa demikian" jawaban yang paling tepat adalah kemampuan sutradara dalam mengemas alur cerita dari awal sampai akhir. Demikian juga halnya dengan pembelajaran. Bagaimana kita mengupayakan agar siswa menjadi ketagihan untuk mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan guru, tidak lain yangharus kita lakukan adalah dengan mengemas alur pembelajaran menjadi sebuah kegiatan yang sesuai dan diminati siswa.

Visitor

Locations of visitors to this page

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini120
mod_vvisit_counterKemarin69
mod_vvisit_counterMinggu Ini504
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin737
mod_vvisit_counterBulan Ini2273
mod_vvisit_counterBulan Kemarin3027
mod_vvisit_counterSemuanya237478

We have: 1 guests online
Your IP: 54.89.21.96
 , 
Today: Sep 18, 2014

Comment

  • Administrator

    :) Mantaps

Home
Pendidikan Karakter PDF Cetak
Ditulis oleh Alfiandri   

PENGENALAN PENDIDIKAN KARAKTER

Tidak ada kesulitan sebetulnya dalam memperkenaalkan pendidikan karakter bagi peserta didik, yang paling penting dalam meemperkenalkan pendidikan karakter adalah ketauladanan. Tanpa ketauladanan jangan harap pendidikan karakter dapat tercapai. Secara perlahan SMP Negeri 3 Lubuk Basung mulai dengan keteladanannya memperkenalkan pendidikana karakter kepada peserta didik. Ternyata setelah melalui berbagai strategi telah dicobakan, namun belum memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Secara psikologis peserta didik jika diberikan sebuah kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan, terutama terlintas dari pemikiran mereke adalah sebuah kebanggaan tersendiri karena memegang sebuah amanat. Strategi ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung misalnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai wujud pelaksanaan sekolah Adiwiyata adalah dengan melibatkan peserta didik yang tergabung dalam program PMR, KKR dan UKS dalam rangka melakukan pencegahan dengan membentuk team siaga kebersihan. Secara bergantian peserta didik yang tergabungdalam organisasi PMR, KKR dan UKS ini dengan menggunakan tanda khusus berpatroli mengitari sekolah pada saat istirahat.

Selama bertugas tim siaga kebersihan ini melakukan penyuluhan dan penjelasan kepada warga sekolah untuk membiasakan kehidupan yang bersih dan sehat. Semua kasus yang ditemui tercatat dalam sebuah buku yang berisikan berbagai kejadian, dan mencatat para pelanggar. Dari pihak sekolah semua laporan dari team siaga kebersihan ini ditindak lanjuti dalam bentuk pembinaan dan penindakan bagi yang melampaui batas pelanggaran, misalnya siswa yang merokok.

Salah satu bentuk sanksi yang diterapkan kepada siswa yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi berupa membawa tanaman ke sekolah sampai menanamnya dan pada tanaman yang ditanam diberikan nama yang melakukan pelanggaran dan berkewajiban merawat dan memelihara tanaman tersebut.

Bentuk pendidikan karakter lainnya yang diterapkan di SMP Negeri 3 Lubuk Basung adalah membiasakan shalat zuhur berjama'ah, ternyata tidak memiliki mushalla yag mampu menampung siswa sebanyak 936 orang, namun shalat berjama'ah tetap berjalan dengan melaksanakan shalat zuhur berjama'ah di dalam kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Semua siswa dianjurkan membawa sajadah dan mukena ke sekolah serta sandal jepit.  Untuk melaksanakan program ini sekolah membuat kebijakan  menyediakan waktu istirahat dari pukul 11.50 sampai pukul 13.00 WIB untuk kegiatan ISHOMA,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
SIDIK JARI IJAZAH PDF Cetak
Ditulis oleh Alfiandri   

Disampaikan kepada semua Alumni SMP Negeri 3 Lubuk Basung tahun 2012/2013, bahwa Ijazah telah selesai di tanda tagani kepala sekolah. Semua ananda telah bisa datang ke sekolah mulai hari Selasa 03 September 2013 pukul 14.30 WIB. Bisa langsung berurusan dengaan Ibu Yeni Frianty, S.Pd. Ing, Bapak Azwir Roza atau dengan Bapak Hermanto, S.Pd.

Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi.

tertanda

 

Wakasek Kurikulum

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
RocketTheme Joomla Templates